Di banyak sudut kepulauan Maluku, pohon pala tumbuh dengan tenang, seolah menjadi penjaga ingatan yang panjang. Buah kecil ini pernah membawa nama pulau-pulau di negeri rempah dikenal jauh melampaui lautnya sendiri. Dari tanah yang lembap, dari daun yang berkilau diterpa cahaya tropis, pala tumbuh sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, sekaligus sebagai saksi perjalanan sejarah yang tidak pendek.
Seri Pala lahir dari perenungan terhadap tanaman yang tampak sederhana namun menyimpan begitu banyak cerita. Bentuk buahnya, lekuk daunnya, hingga karakter alaminya diterjemahkan ke dalam motif yang lembut dan berlapis makna. Setiap garis dan warna mencoba menghadirkan kembali kehangatan alam tropis serta jejak sejarah yang pernah menjadikan kepulauan ini pusat perhatian dunia.
Melalui seri ini, pala tidak hanya dipandang sebagai tanaman rempah. Ia hadir sebagai simbol dari hubungan panjang antara alam, manusia, dan perjalanan waktu. Sebuah pengingat bahwa dari tanah yang kecil dan sunyi pun dapat lahir kisah besar yang terus hidup dalam ingatan, dan kini diterjemahkan kembali ke dalam karya.








Leave a Reply